Yerusalem Berhasil Direbut, AS Ancam Hancurkan Negara-Negara Pro-Palestina

Berita Untuk Anda – Perserikatan Bangsa-bangsa(PBB) resmi menolak deklarasi Presiden Amerika Serikat(AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hasil voting tersebut dalam keputusan Majelis Umum PBB menunjukan sebanyak 128 negara menolak berbanding 9 suara. Sementaran 35 negara menyatakan abstain.

Dikutip dari USA Today, resolusi tersebut langsung disuarakan negara Mesir bersama negara-negara muslim untuk mendukung resolusi PBB 1967 ketika perang Israel menduduki Yerusalem dari Yordania. Israel sempat mengakui bahwa Yerusalem menjadi ibu kota negaranya, Jumat(22/12).

Baca juga: Jika Trump Berani Ambil Alih Operasi Israel, Ini Ancaman ‘Mengerikan’ Erdogan

Dengan hasil keputusan final Majelis Umum PBB, pernyatan Presiden AS Donald Trump resmi batal dan tidak berlaku lagi.

AS Ancam Hancurkan Negara-Negara Pro-Palestina

Mendengar hal itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengambil tindakan dengan mengancam akan menghancurkan negara-negara pendukung resolusi soal Yerusalem di Majelis Umum PBB. AS akan melakukan “pelacuran Rudal dalam jumlah besar dan mengancam negara-negara pro-Palestina tersebut.

Ancaman Presiden Trump kepada negara-negara pendukung resolusi disampaikan di hadapan kabinetnya menjelang voting Majelis Umum PBB. ”Untuk semua negara ini, mereka mengambil uang kita dan kemudian memberikan suara melawan kita. Mereka mengambil ratusan juta dolar, bahkan miliaran dolar dan kemudian mereka menentang kita,” katanya.

”Kami melihat suara itu. Biarkan mereka memilih melawan kita. Kita akan menghemat banyak. Kami tidak peduli,” kata Trump.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James Norman Mattis mengatakan kepada pasukan Washington di Teluk Guantanamo, Kuba, untuk siap perang dengan Negara-negara yang pro-Palestina. Salah satunya adalah Korea Utara. Jika perang terjadi, kata Mattis, setiap kapal Korut harus ditenggelamkan, termasuk kapal selam.

Mattis merasa, militer AS saat ini berada di puncak permainan jika terjadi konflik militer yang dipicu program senjata nuklir.

Dia meremehkan kekuatan militer rezim Kim Jong-un dengan menyebut rudal balistik antarbenua (ICBM)-nya belum menjadi ancaman langsung terhadap Washington.

Baca juga: Pejabat Tinggi Korut Sebut Sasaran Program Nuklir Pyongyang Hanya AS

“Jika perang datang, setiap kapal selam yang dimilikinya harus ditenggelamkan, dan setiap kapal yang dimilikinya harus tenggelam!,” lanjut dia merujuk pada kapal-kapal militer rezim Kim Jong-un.

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB kembali mengadopsi sanksi terhadap Korut atas uji coba ICBM terbarunya. Saksi baru DK PBB ini berupa larangan ekspor minyak dan produk turunannya ke Pyongyang hingga 90 persen dari total kebutuhan minyak di negara komunis tersebut.

Situs Judi Casino Online Terbaik

Idrpoker Situs Bandar Poker Online Terbaik
Facebook Comments